Kamis, 31 Januari 2013

Puisi Pencitraan



Pertemuan Terakhir

(Pendengaran)
Merdu suaramu kini tlah tiada
Yang ada hanya suara tangis akan kepergianmu
Damai tidurku, kau hantar dengan dongeng-dongeng karanganmu
Kini kegelisahan selalu kurasa dalam tidurku

(Penciuman)
Aroma kebahagiaan itu
Seakan hilang karena kepergianmu
Aroma yang tergantikan oleh wangi mistis bunga mawar
Aroma yang membuat kucuran air mata semakin menderas

            (Perabaan)
            Halusnya belaian masih ku ingat
            Kulit yang dulu segar
            Kini tlah pucat
            Tertutup kain putih

(Pengecapan)
Manis kenangan yang tlah kita lalui
Kini terkubur bersama jasadmu
Hanya tersisa pahit getir tanpa henti
Ku harap kau damai di sana

            (Penglihatan)
            Tiga minggu lalu
Takku duga pertemuan terakhir kita
            Senyumu dulu masih tergambar jelas
            Kini senyummu tlah pergi
            Tak kuasa aku melihat kepergianmu
            Aku hanya mampu menangis dan meratapi semua kenangan kita


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar